10 Industri Kreatif serta Manfaatnya Bagi Masyarakat Indonesia

Terdapat 10 subsektor industri kreatif yang perlu dimaksimalkan pengelolaannya bisa juga menggunakan creative agency Indonesia.

Menurut Inpres No. 6 Tahun 2009 berkenaan Pengembangan Ekonomi Kreatif, terdapat lebih dari satu subsektor utama yang perlu dikembangkan yakni sebagai berikut.

  1. Industri musik

Industri musik bisa didefinisikan sebagai aktivitas kreatif yang terkait dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi berasal dari rekaman suara. Kemenparekraf optimistis memasang musik sebagai keliru satu subsektor yang dapat dikelola secara maksimal. Mereka menyediakan fasilitas untuk para pelaku industri musik, antara lain, perlindungan HKI sehingga bisa kurangi pembajakan, menginisiasi terbentuknya inkubator-inkubator musik, mengakses akses permodalan untuk industri musik, dan membangun ekosistem usaha musik yang sehat.

  1. Industri kuliner

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dikutip berasal dari kontan.co.id, sub sektor kuliner jadi penyumbang terbesar perkembangan ekonomi kreatif dengan rata-rata tiap tahun lebih kurang 43% berasal dari keseluruhan PDB sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri kuliner yang dimaksud meliputi memproduksi atau pembuatan kuliner khas daerah dan pemasaran product makanan khas daerah.

Kemenparekraf yang berperan serta mendampingi sub sektor kuliner ini menyediakan lebih dari satu fasilitas seperti pelatihan bisnis, akses permodalan, dan pendampingan pendirian usaha. Kemenparekraf termasuk berpartisipasi didalam mempromosikan kuliner Indonesia di pasar domestik dan luar negeri.

  1. Kerajinan

Kerajinan bisa didefinisikan sebagai aktivitas kreatif yang terkait dengan kreasi, produksi, dan distribusi product yang dibuat oleh tenaga pengrajin merasa berasal dari desain awal sampai dengan sistem penyelesaian produknya. Barang kerajinan yang dimaksud meliputi yang terbuat berasal dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi), kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan terhadap biasanya cuma diproduksi didalam kuantitas yang relatif kecil dan bukan memproduksi massal.

  1. Arsitektur

Arsitektur bisa didefinisikan sebagai aktivitas kreatif yang terkait dengan jasa desain bangunan, rencana cost konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh berasal dari level makro seperti rencana wilayah dan kota, sampai dengan level mikro atau detail konstruksi, misalnya, arsitektur taman dan desain interior.

  1. Penerbitan

Penerbitan merupakan aktivitas kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta aktivitas kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini termasuk mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, dan surat bernilai lainnya. Penerbitan termasuk meliputi pencetakan foto‐foto, grafir, kartu pos, formulir, poster, lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikrofilm.

  1. Research plus development

Research plus development atau sering disebut sebagai sistem penelitian dan pengembangan merupakan aktivitas kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang tawarkan penemuan ilmu dan teknologi. Hal itu mempunyai tujuan untuk perbaikan product dan kreasi product baru, sistem baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang bisa memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang terkait dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi usaha dan manajemen.

  1. Film

Film termasuk termasuk keliru satu subsektor yang sedang dikembangkan oleh Kemenparekraf. Film mencakup semua aktivitas kreatif yang terkait dengan memproduksi serta distribusi rekaman baik video maupun film. Hal itu termasuk meliputi aspek-aspek perlu di dalamnya, seperti, penulisan skrip, pengisi nada film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

  1. Seni pertunjukan

Seni pertunjukan merupakan aktivitas kreatif yang terkait dengan usaha pengembangan konten, memproduksi pertunjukan, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan. Seni pertunjukan yang dimaksud meliputi balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, teater, dan opera.

  1. Fotografi

Perkembangan subsektor fotografi yang cukup pesat tak lepas berasal dari banyaknya generasi muda yang antusias mempelajari bidang ini. Tak sedikit pula berasal dari mereka yang lantas mengambil keputusan berkarya di bidang ini sebagai seorang profesional.

Salah satu program yang dilakukan oleh Kemenparekraf untuk mendukung subsektor ini adalah sertifikasi terhadap para fotografer. Dengan terdapatnya sertifikasi ini diinginkan ada standar yang sadar terhadap profesi fotografer. Kemenparekraf termasuk dapat memfasilitasi perlindungan HKI terhadap karya-karya fotografi serta menambah eksposur fotografer lokal ke kancah internasional.

  1. TV

Subsektor ini meliputi segala aktivitas kreatif yang terkait dengan usaha kreasi, produksi, pengemasan acara televisi, penyiaran, dan transmisi konten acara di televisi, termasuk termasuk aktivitas station relay atau pemancar kembali siaran. Penyajian konten di televisi bisa dikemas melalui permainan, kuis, reality show, infotainment, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *