Alasan Dosen Perlu Memiliki Ijazah S3

Alasan Dosen Perlu Memiliki Ijazah S3
Meskipun berdasarkan undang-undang, calon dosen masih dapat menjadi dosen bersama punya ijazah S2. Namun, banyak yang menyarankan untuk langsung meneruskan pendidikan ke jenjang S3.

Apalagi undang-undang yang mengatur kualifikasi akademik minimal menjadi dosen dirilis terhadap th. 2005. Tahun di mana terhadap jaman tersebut, lulusan S2 masih sedikit dan menjadi syarat untuk menjadi tenaga pendidik di Indonesia.

Sekaligus menjadi syarat menjadi dosen di berbagai negara di dunia. Diperkirakan didalam kurun 10 th. sesudah undang-undang tersebut dirilis, akan ada pembaharuan. Salah satu prediksinya adalah kenaikan syarat menjadi dosen minimal Banyak Doktor S3.

Terdapat lebih dari satu alasan yang menyebabkan jawaban dari pertanyaan apakah dosen harus S3 adalah perlu. Berikut lebih dari satu alasan tersebut:

  1. Prediksi Dosen Harus S3
    Alasan pertama kenapa dosen harus S3 atau harus langsung melanjutkan belajar jenjang S3 adalah adanya prediksi seperti yang telah dijelaskan di awal. Prediksi ini dapat menjadi akan menjadi kenyataan.

Sebab undang-undang no 14 Tahun 2005 sebetulnya dirilis di th. 2005, yang sementara ini telah ada jeda 17 tahun. Meskipun belum ada pergantian terhadap isinya, diperkirakan pergantian ini akan terjadi. Cepat atau lambat.

Sebagai antisipasi dan dosen termasuk tidak kehilangan fokus didalam mobilisasi tugasnya. Maka sebaiknya sebetulnya langsung menempuh pendidikan S3, agar dapat tenang.

Selain itu, dapat kuliah lancar karena tidak ada pikiran berkaitan profesi dan lain sebagainya. Semakin dini kuliah S3 tambah baik, karena dari faktor usia termasuk lebih muda agar lebih motivasi belajar dan lebih punya tenaga untuk super sibuk.

  1. Menjadi Ahli di Suatu Bidang Keilmuan
    Alasan ke dua kenapa dosen harus S3 adalah untuk dapat menjadi ahli terhadap bidang keilmuan yang ditekuni. Lulus S2 belum dapat disebut sebagai ahli karena belum menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi.

Jika telah mengenyam pendidikan sampai jenjang S3 maka artinya telah mendalami bidang keilmuan yang ditekuni sejak S1. Hal ini akan menolong dosen lebih sadar tentang bidang yang selama ini digeluti.

Sehingga kandungan keilmuannya dikatakan telah amat tinggi, apa yang disampaikan lebih logis dan ringan dipercaya, sekaligus dapat membagikan keilmuannya secara maksimal.

Sebab sebagai lulusan S3 umumnya lebih ringan mendapat keyakinan masyarakat. Dosen pun tidak segan atau sungkan untuk menjadi pembicara didalam sebuah acara seperti seminar. Supaya pengetahuan yang dimiliki dapat dibagikan secara luas.

  1. Meningkatkan Kualitas Perguruan Tinggi
    Alasan seterusnya kenapa dosen harus kuliah S3 atau lebih-lebih dikatakan harus S3 adalah untuk tingkatkan mutu perguruan tinggi. Yakni sebagai empat dosen tersebut mengabdi dan bernaung sebagai pendidik.

Harus diakui, perguruan tinggi yang punya dosen S3 dinilai punya mutu lebih baik dibanding jenjang pendidikan di bawahnya. Alasan ini yang menjadi dasar pemerintah memutuskan dosen minimal S2 sesudah pada mulanya minimal S1.

Secara logika, hal ini sebetulnya benar adanya. Sebab dosen S3 pasti menjadi ahli di bidangnya dan dapat mengemukakan pengetahuan lebih mendalam dan bersama teknik lebih baik kepada mahasiswa. Tidak heran banyak kampus merekrut dosen berijazah S3.

  1. Mengembangkan Karir Akademik
    Apakah dosen harus S3? Jika menghendaki melamar menjadi dosen lebih-lebih di usia 30 th. lebih, sebetulnya tidak harus. Namun, saat telah menjadi dosen maka harus langsung melanjutkan belajar S3.

Alasannya terjalin bersama jenjang karir akademik dosen tersebut. Dosen bersama ijazah S2 hanya dapat memangku jabatan fungsional Asisten Ahli sampai Lektor.

Jika menghendaki berkembang ke Lektor Kepala dan Guru Besar, maka harus punya ijazah S3 yang linier. Praktis, dosen bersama ijazah di S2 hanya dapat menjadi Lektor dan tidak dapat sampai ke puncak karir. Hal ini pasti berat, maka banyak yang kuliah S3.

  1. Sudah Banyak Syarat Dosen Minimal S3
    Saat ini banyak yang bertanya apakah dosen harus S3 adalah hal lumrah. Jika membaca detail kualifikasi lamaran dosen, maka akan menemukan ijazah S3 sebagai kualifikasi akademik minimal.

Meskipun belum semua perguruan tinggi memutuskan kualifikasi pendidikan S3, akan tapi lebih dari satu besar diantaranya sudah. Harapannya, pihak perguruan tinggi meraih SDM memiliki kualitas dan ahli di bidangnya agar lebih maju.

Maka diperkirakan didalam lebih dari satu th. kedepan, semua perguruan tinggi mensyaratkan ijazah S3 terhadap calon dosen. Oleh karena itu, jika memungkinkan langsung saja kuliah S3 lebih-lebih jika bercita-cita menjadi dosen.

  1. Memiliki Hak dan Wewenang Akademik Lebih Luas
    Selanjutnya, dosen yang punya ijazah S3 diketahui punya hak dan wewenang lebih luas di dunia akademik. Pertama, seperti penjelasan pada mulanya di mana dosen dapat memangku jabatan fungsional tertinggi. Yakni Guru Besar.

Hal ini pasti prestasi tinggi dan menjadi permintaan semua dosen. Sehingga banyak yang berupaya memenuhi persyaratannya. Kedua, dosen bersama ijazah S3 dapat mengajar mahasiswa jenjang apapun. Mulai dari S1, S2, sampai S3.

Berbeda bersama dosen yang punya ijazah S2, maka dosen tersebut hanya dapat mengajar mahasiswa jenjang S1 dan diploma. Supaya dapat mengajar mahasiswa S2 dan S3 maka harus ijazah S3 tadi.

Ijazah dosen lantas menolong perguruan tinggi mengakses pendidikan pascasarjana. Sebab perguruan tinggi tersebut telah punya SDM yang dapat dan berhak edukatif mahasiswa pascasarjana.

Dari penjelasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa jawaban atas pertanyaan apakah dosen harus S3? Pada dasarnya adalah harus, yaitu demi karir dan termasuk kemapanan di jaman mendatang. Meskipun berat usahakan langsung lulus S3 agar tidak was-was.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *